Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan

Idul Fitri 1435 H

Kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Ngidam Pantai



 Mengalami masa “ngidam” adalah sesuatu yang amat menyesakan tapi sekaligus menyenangkan. Kadang harus menelan pahit kalau tak kesampaian, atau malah nggak “ngeh” kalau kesampaian, tapi kadang jadi sangat menyenangkan.

Libur semester kemarin, kebetulan usia Baby udah menginjak lima bulan. Semestinya saat-saat seperti itu saya beraktivitas tidak jauh dari rumah. Tapi nggak tahu, bawaannya justru pengen sekali berenang di pantai. Nah lho! Meski suami sempet sangsi dan ragu, tapi karena saya maksa-maksa sampai ngancam bakal cemberut kalau nggak jadi, akhirnya direstui juga. Tapi dengan syarat; lokasi pantai tidak begitu jauh, dan bawa saudara perempuan buat jaga-jaga. Siap bos!

Saya pilih pantai Pangandaran sebagai tempat tujuan liburan. Dan saya mengajak sepupu yaitu si Dini untuk menemani. Jadilah kita berangkat bertiga dengan nekat naik angkutan umum! Weh weh. Saya kira sejam dua jam, ternyata lebih dari 4 jam saudara-saudara! Gubrak sekali saya di perjalanan. Udah kehilangan gaya deh di bus. Makan udah, denger lagu udah, main gadget udah, tidur udah, tapi kok masih belum sampai juga. Huhuhu.

Setelah sabar menanti, samapai bus hampir kosong karena kebanyakan penumpang turun sebelum sampai di pangandaran, akhirnya saya bisa menghirup aroma pantai juga. Kami langsung disambut tukang ojek dan becak yang saling berebutan. Tapi pada akhirnya banyak yang kami tolak, soalnya kita belum nentuin penginapan. Ih nggak kira-kira ya. Namanya juga mendadak karena hasil ngidam. Tapi Alhamdulillah-nya suami punya murid yang punya penginapan dideket pantai, dan waktu dihubungi, klik! Here we go!

Sore
Klik dengan penginapan, nyimpen barang-barang dan ganti baju, sore-sore kita langsung cabut menuju pantai. Tapi sebelumnya makan dulu dong. Karena lagi ngidam udang saus asam manis, suami pun memesan satu porsi besar buat bertiga. Tapi anehnya suasana pantai dan warung-warung pada sepi pengunjung. Ternyata eh ternyata, waktu itu kalau diluar udah mulai masuk sekolah, sedangkan di sekolah saya masih libur karena liburnya waktu itu belakangan.
Udang saus asam manis siap disantap!

Satu yang saya nggak suka dari pantai Pangandaran adalah pengelolaan warung-warung yang tidak beraturan dan bau amis yang menyengat. Aneh deh, perasaan di pantai-pantai lain yang saya kunjungi tidak sebegitu menyengatnya. Tapi nggak apa-apa lah, yang penting berlibur ke pantai kesampaian.
Mejeng sore-sore di tepi pantai
 Oh iya, sore itu kita langsung ke pantai. Sementara suami renang, saya dan sepupu mejeng di tepi pantai. Dikira bakal nemu sunset, tapi malah hujan. Ya, bubar-bubar deh. Lucunya, pas renang suami nggak pake kacamata, alhasil dia nyasar sampai sekilo meteran dari lokasi awal dan pulang dengan telanjang dada sambil nyeker alias nggak pake sandal, masyaAllah suamikuuu.

Malam
Menjelang petang, selepas mandi dan makan, masih pengen berkeliaran aja. Akhirnya kita pilih naik mobil gowes dengan tariff 50.000,- sejam. Mahal ya, mana capek kaki ngegowes, tapi dijamin seru. Ceritanya suami jadi sopir, kita para wanita penumpangnya yang juga dipaksa ngegowes. Kalau jalan menurun, mobilnya meluncur beitu aja tanpa digowes, tapi bagian jalan yang nanjak dikit, sekali gowes aja musti pake tenaga super. Tapi seru banget, ditambah backsound lagu dangdut yang aduhai. Ieew.
Ngantuk, capek, akhirnya kita milih tidur.

Pagi
Belum mandi, belum gosok gigi, saya sudah rebut ganti kostum renang dan maksa-maksa suami buat renang di pantai. Tapi katanya tetep kudu makan dulu biar ada energi. Kenyang, akhirnya sampai pada hal yang ditunggu-tunggu; berenang! Tapi yang renang cuma saya dan suami. Tugas Dini adalah motion kita, hehe.

Tapi memang kendalanya begitu, karena perut terlanjur besar dan berisi, rasanya berenang di pantai dengan ombak yang cukup ganas jadi agak kurang nyaman, kayak kebentur-bentur. Jadilah saya tidak terlalu memaksakan, dan memilih mengakhiri renang. Habisnya, kita gogoleran dulu di pasir sambil berjemur.
Sesaat sebelum renang. Cheers!

Siang
Mengingat sorenya harus sudah pulang (karena suami ada kerja), kita bergerak cepat menuju tempat wisata lain. Tadinya mau ke Green Canyon, tapi ternyata jalannya na’udzubillah juelleeekkk. Bikin badan goyang-goyang, pantai lompat-lompat dari jok motor. Otomatis saya merasa sakit di daerah perut, akhirnya kita mutusin balik, dan memilih objek wisata lain, yaitu Batu Hiu. Tiket masuknya kalau nggak salah per orang cuma 5.000,- apa 3.000,- ya, pokoknya murah lah.

Sesampainya di dalam, ternyata sepi juga. Jadi ngeri sendiri. Pemandangannya indah sih, banyak pohon pandan yang sudah berakar tua pula, tapi anginnya besar banget, terus ombaknya juga ngamuk-ngamuk mulu sampai nyipratin kita yang di atas, jadi di sana pun kita nggak lama.
Ini yang saya maksud pandan berakar itu

Sore
Time to say good bye. Kita ngucapin makasih banyak buat Kang Ucu yang udah ngasih penginapan dengan diskon gila-gilaan, terus udah ngasih makan yang super istimewa, plus minjemin motor buat kesana-kesini. Pokoknya Jazkallah Khairan Katsir ya Kang. Semoga kuliahnya cepat lulus.

Akhir kata, sekitar pukul 15.00 kita pamit dan kembali pulang. Cukup menghibur juga liburan singkat ini. Alhamdulillah ngidamnya mnggembirakan kali ini.

The Super Impresive Bali #2 (The End)




Sambungan dari tulisan sebelumnya yang bisa kamu baca di sini. Sekarang saya mau meneruskan perjalanan dari duapena di Bali yang sempet tertunda karena kesibukan. Well, hari kedua, kita banyak menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat-tempat religius plus pemandangan alam gitu. Pokoknya lebih bermakna, ciela bermakna!
Sebelumnya, pas malam kita sempet nonton pertunjukan teater gitu plus atraksi sulapnya yang juga memukau di Teater Kuta. Yang bikin saya salut itu, penarinya mahir nari segala macam tarian. Dari mulai tari khas Bali, modern sampai yang kebarat-baratan mirip film step-up dia bisa. Keren kan? Makanya kita sempetin foto penarinya dulu, hihi. 

Bersama salah satu penari
Magiciannya kayak serem padahal kocak 
When the world gets dark, the beauty starts (arturo illusion)
Mengawali hari kedua, kita malah nemu trouble. Jadi saya dan suami sudah sewa mobil untuk berangkat ke beberapa tempat dari mulai pukul 08.00 (memperkirakan jarak tempat wisata jauh) dari hotel, ternyata eh ternyata, pak sopir yang mau jemput kita malah nyasar ke daerah Legian bukan ke hotel kita. Yaah, penonton kecewa, kita pun sama. Alhasil, karena kesal sudah nunggu dari jam 08.00 sampai jam 10.30, suami saya langsung nge-cancel sewa mobil itu. Kita mikir ulang, kira-kira perjalanan kita mau diterusin kemana, apa harus sewa mobil lagi.


Sempet bingung juga sih, jalan tanpa tujuan gitu keliling kota. Tapi saya pikir malah akan membuang-buang waktu kami yang singkat di Bali. So, kita minta bantuan sama resepsionis hotel buat sewa mobil lagi, dan berhasil! Jam 11.00 kitalangsung berangkat menuju tempat pembuatan batik dan tenun Bali. Setelah tanya-tanya sama pengrajinnya, kok saya jadi salut gitu ya. Satu kain batik itu pengerjaannya bisa sampai 3-5 hari, dan itu melalui sekitar 7 proses. Dari mulai pola gambar sederhana, dilapisi lilin, dan seterusnya (saya lupa lagi). Oh iya, tenun khas Bali juga nggak kalah memukau. Tapi proses pengerjaannya memang masih sangat sederhana.

Pengrajin Batik
Alat-alat untuk membatik
Tenun Bali
Tidak lama mengunjungi galeri batik, kita langsung berangkat ke Ubud. Banyak Bule yang norak deh, masa sampai turun ke sawah demi berfoto. Padahal sawahnya lagi kering, pokoknya nggak ada indah-indahnya. Padahal kalo sawah yang lebih indah sih banyak di kampung saya, hehe (promosi). Di Ubud kita sempet mampir ke galeri lukisan. Banyak lukisan yang bikin serem deh, jadi, mengeksplorasi tubuh kaum hawa gitu. Saya nutupin mata suami dia ngintip mulu, astagfirullah (becanda). Kita nggak niat beli sih, saya pribadi kurang interest sama lukisan, sukanya sama fotografi. Pas tanya-tanya sama penjualnya, harga paling mahal dari lukisan yang ada di sana dibandrol seharga 36 juta. Mantap kan. Tapi paling murah, ada juga yang cuma 100 ribuan. Di Bali memang gerbongnya para seniman. Seni pahat, seni tari, seni lukis, komplit pokoknya.
Well, jalan semakin ke atas dan mulai menanjak. Ternyata kita memang akan naik gunung untuk mengunjungi Kintamani! Iiih suka deh sama tempat wisata satu ini. Berasa damai gitu, udaranya yang dingin, pemandangan yang amazing, gunung dan danaunya perfect pokoknya. Subhanallah ya, saya tak henti mentafakuri keindahan alam ini. Oh iya, untuk ke Kintamani, kita perlu bayar tiket masuk seharga 15.000 rupiah/org (untuk turis domestik).
Sebenarnya saat itu kita nggak ngerasa begitu lapar, tapi akhirnya makan juga di resto yang deket tebing. Makanannya? Karena nggak tercantum lebel halal, kita jadi pilih makan sayuran aja. Tapi untungnya dessert nya aduhai, enak alhamdulillah. Tapi memang karena kita sampai udah agak sore, alhasil restomau tutup dan kita adalah tamu terakhir! Tapi dari sana kita bisa memandangi keindahan gunung dan danau Kintamani. Waiters nya juga ramah, kita malah ditawari untuk foto berdua sama dia. So sweet ya.

Kintamani
Disangka orang Malaysia karena papa pake baju Langkawi, hihi
Satu lagi tempat wisata yang kita kunjungi sebelum magrib. Yakni tampak siring! Uniknya di sebelah atas tempat peribadatan ini terdapat villa yang dulunya dipakai Presiden pertama RI, yup Pak Soekarno. Villa nya masih oke punya, dan katanya kadang suka open house juga buat umum. Sayang pas kita kesana gerbangnya masih digembok.

Istana presiden
 Well, ada kejadian yang aneh sewaktu kami mengunjungi tempat ini. Dalam papan pengumuman, peraturannya tidak boleh masuk bagi wanita yang sedang haid. Kebetulan saat itu saya sedang datang bulan, tapi suami maksa saya buat masuk. Alhasil? Tiba-tiba saya mual, pusing bukan main dan hampir pingsan. Lalu suami panik dan langsung membawa saya keluar tempat peribadatan. Anehnya, saya langsung sembuh dan baik-baik aja. Nggak tahu sih ya gimana caranya bisa kayak gitu, hanya Allah yang tahu. Tapi satu yang pasti, saat kita masuk kedalam satu tempat, minimal hormati peraturan atau hukum yang ada. Inilah hikmah yang saya ambil dari kejadian itu.



berasa prewed ckck
The rules are...
Ada satu tempat khusus di tampak siring yang biasa dipakai orang untuk mandi secara bersamaan (tapi pake baju kok). Cuma memang peraturannya kalau masuk harus memakai sarung gitu. Katanya, air di sana dipercaya orang sekitar merupakan air suci yang multimanfaat. Selain itu, ada juga tempat untuk bertapa bagi umat hindu untuk beribadah. Terus yang unik dan khas banget yaitu banyaknya sesajen yang diletakan disamping kolam pemandian, dan siapa saja boleh menyimpan uang berapapun nilainya, semacam sedekah gitu. Terus saya gimana? Lah saya kan muslim, jadi maaf nggak bisa ikut yang begituan. Saya cukup tahu saja. Senang rasanya bisa mengenal lebih dekat budaya dan tradisi orang yang berbeda dengan kita.

Pemandian tirta empul
Father and Son
Sesajen hindu (Yadna)
Berakhirlah hari kedua di Bali. Back to hotel, mandi, selonjoran berdua sambil nonton TV terus ketiduran. Capek tapi seneng ya.

Hari ketiga!
            Masih seperti hari kedua, yang kita kunjungi di hari ketiga adalah tempat peribadatan (pura) dan pemandangan alam. Pilihan pertama adalah Taman Ayun Mengwi. Guess what? masyaAllah, tempatnya super rapi, bersih dan nyaman. Ada danau, padang rumput, dan pura yang mirip pagoda. Terpukau sekali saya di sini. Terutama bentuk pura nya yang mirip pagoda nya orang cina.  

Pura Taman Ayun Mengwi
Behind pura
Cukup lama di pura Taman Ayun Mengwi, sampai ada orang jerman yang minat motoin kita berdua, kita pindah tempat ke suasana alam yang lebih dingin. Yaitu Danu Beratan Bedugul. Ini terkenal sekali. Karena uniknya, puranya berada di atas danau. Tiket masuknya jangan lupa, 20.000,- aja.

Pura Danu Beratan Bedugul
 Berangkat dari bedugul, kita mampir ke tempat yang masih belum jauh dari situ, yakni Eka Karya Botanical Garden. Mungkin kalau di Bogor semacam Kebun Raya atau Cibodas. Sama-sama indah dan menenangkan. Cocok deh buat piknik. Tiketnya Cuma 10.000,- aja kok. Jalan-jalannya jangan pake kaki, tapi pake mobil ya, karena lokasinya super luas, pasti capek kalau jalan kaki.
            Di sini kita maen ke koleksi kaktus, anggrek dan guling-guling di padang rumput samping danau (hehe nggak deh). Sempet bikin kompetisi sama papa, siapa yang angel fotonya paling keren, tapi kayaknya saya yang menang deh, hehe.

Eka Karya Botanical Garden
Cactus Collection
Koleksi Anggrek 
Aha, hari ketiga usai, besoknya adalah hari terakhir kami di Bali. Tapi tidak banyak yang kami lakukan di hari terakhir, karena jam 12 kita harus sudah check out. Well, kita Cuma mau perpisahan sama pantai Kuta. Jadi ya menikmati pantai saja sebelum pulang. Papa sempet kegoda buat berenang sih, tapi mikir dua kali karena takut nggak keburu.

See You Kutaaa

Alhamdulillah, serunya liburan di tempat super mengesankan ini. Indonesia mantep deh punya destinasi wisata yang super komplit kayak Bali. Kalian yang belum pernah kesana, dicoba ya, dijamin ngangenin! 

Warm Regards!       
Lena Sa'yati


The Super Impressive Bali!





Salah satu destinasi wisata yang memiliki paket liburan super impressive adalah Bali! Kenapa harus Bali? Karena kamu dijamin tidak akan kehilangan tujuan liburan tiap mengelilingi pulau itu. Bagaimana tidak, hampir setiap kabupaten di Bali memiliki destinasi wisata yang menarik dan berbeda dari yang sudah-sudah. Well, semua pasti setuju. Dan bukan hanya jago di kandang saja, Bali juga heboh digembar-gemborkan di taraf Internasional. Buktinya, kamu pasti nggak akan mampu menghitung begitu buanyaknya turis asing yang nongkrong disetiap penjuru Bali. Atau bagi kamu yang sudah nonton film nya Julia Robert (Eat, Pray, Love) tahu dong gimana mendunianya pulau Dewata ini. Jadi nggak heran juga kalau banyak orang Indonesia yang memimpikan bisa liburan di sana, including me!

Alhamdulillah, setelah pikir-pikir hampir sebulan yang lalu, saya dan suami (Duapena) memilih untuk mengunjungi pulau ini. Itung-itung honeymoon lagi dan menyegarkan pikiran juga setelah sekian lama terbelit suasana kerja. Nah, mulai lah saya cari-cari info tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan liburan kami nanti di Bali. Dari mulai tiket pesawat, penginapan/hotel, tempat-tempat wisata, transportasi di sana, dlsb. Oke, saya bahas satu persatu!

First, untuk tiket pesawat, karena segalanya sekarang sudah serba online, so, tinggal akses penerbangan via internet saja. Atau kalau kamu merasa ribet memesan tiket via online, bisa juga mendatangi agen-agen penerbangan. Mereka paling cuma ngambil untung Rp 20.000,-. Kalau sudah deal, kamu akan diberikan surat keterangan pemesanan tiket yang nanti di bandara tinggal dikasih ke boot pesawat and you will get a real ticket!. Oh iya, kamu juga harus menentukan apakah kamu akan memesan tiket untuk perjalanan pulang-pergi atau hanya pergi saja. Tapi mendingan pulang-pergi agar kita tenang pas liburan, tidak harus memikirkan bagaimana pulang nanti.

Second,untuk masalah penginapan/hotel, kalau di Bali mending pilih Hotel saja. Banyak juga yang murah tapi punya fasilitas Oke, soalnya banyak hotel yang baru buka dan menawarkan harga promo. Secara, kalau tiba musim liburan, hotel di Bali padetttt sepadet-padetnya, jadi wajar kalau bermunculan hotek-hotel baru. Dan akan lebih baik kalau kamu sudah reservasi dari sebulan sebelum pergi. Via online tentunya akan lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya, karena bayarnya on the spot. Untuk informasi lengkap seputar hotel, dari yang paling mahal sampai yang termurah, bisa kamu akses di sini. Nanti pemesanan akan dikirim ke email kamu, dan kamu perlu membuat print out surat keterangan pemesanan tersebut untuk diperlihatkan ke resepsionis hotel nanti. Pastikan berapa hari kamu menginap di hotel sudah diperhitungkan ya, termasuk tanggal check in dan check out nya.

Third, untuk tempat-tempat wisata yang ingin kamu kunjungi di Bali, bisa juga search di Internet. Kamu memang harus sudah memiliki tujuan akan kemana saja saat liburan di Bali, agar waktu tidak terbuang sia-sia. Bisa juga kamu mengambil pamflet-pamflet gratis ketika sampai di Bandara Ngurah Rai. Di sana banyak pula agen-agen wisata atau penyewaan mobil beserta klasifikasi tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi. 

Forth, untuk transportasi menuju ke tempat-tempat wisata, dari pada kamu ribet nungguin taxi atau jalan kaki, lebih baik menyewa mobil saja untuk paket perhari. Kamu juga bisa tanya resepsionis hotel, mereka pasti punya kenalan tempat penyewaan mobil. Untuk masalah harga, sebelum BBM naik, seharian itu bisa merogoh kocek 350.000,-, dan setelah kenaikan BBM, harganya rata-rata menjadi 400.000,-. Cukup murah dibanding nyari-nyari angkutan sana-sini, dan sangat nyaman karena penumpangnya hanya kamu dan teman,keluarga atau pasanganmu saja. 

Next, soal makanan, saya akui kami berdua adalah food hunter. Tapi kami juga akan sangat hati-hati saat memilih jenis makanan yang akan dilahap. Di Bali banyak sekali rumah makan dan resto, tapi berhubung kami Muslim, sebelum memilih tempat makan, yang pertama dicari adalah label “halal” (meski ada ulama yang bilang dengan membaca “Bismillah” insyaAllah menjadi halal) tapi kami tetap tak mau selama masih ada makanan yang halal. Tapi Alahmdulillah, samping hotel kami ada warung makan Muslim, terus depannya ada resto yang menyediakan babi guling, haha lucu deh. Kami lebih pilih warung saja. Meski menu sederhana, yang penting perut tidak lagi meronta-ronta, hehe. 


So, time to begin the story. Bagi kamu yang belum kesana, terus mau tahu bagaimana kisah perjalanan kita (barangkali jadi referensi atau sekedar info), simak ya cerita kami berikut ini.

Bali Part 1

Sesampainya di Ngurah Rai Airport jam 20.00 WITA (waktu di Bali lebih 1 jam dengan waktu di Jawa Barat) kami menyempatkan diri untuk dinner. Di sekitar bandara ada Solaria. Tempat kita nongkrong banget sewaktu di Tasik. Biasanya mesen pasta, malam itu mood nya pengen nasi goreng aja, dan so pasti nasi goreng udang spesial. Apa pun asal ada udangnya, saya suka. Eh, Suami ikut-ikutan mesen nasgor juga, so, Allohumma Baariklana... kita santap nasgor sampai tidak habis karena kebanyakan, weleh weleh. 


Dinner

Tak sabar ingin cepat istirahat, kami segera memesan taxi yang para sopirnya sudah ready nawarin diri di pelosok bandara. Rata-rata taxi di Bali ngajuin harga 70-75 ribu setelah ditawar sana-sini. Baiklah, here we go. Setiba dihotel, langsung reservasi ulang dengan memperlihatkan surat bukti pemesanan, kamar 105 pun jadi tempat tinggal sementara kami. Barang-barang bawaan seketika amburadul, dari mulai gadget (Laptop, Modem, Kamera, Tablet, Hp dan Handycame), baju-baju dan makanan. Buat kami, saat bepergian itu yang terpenting adalah kamera plus Handycame (sebagai bukti fisik berupa foto & video) dan Google Maps biar nggak ada kata “nyasar”. Tapi yang namanya muslim, meski pergi liburan pun, perlengkapan ibadah mah tetep. Semacam sarung, mukena dsb juga harus nimbrung di tas. Dan satu lagi, aplikasi Kompas di Tablet juga gak boleh ketinggalan. Soalnya rata-rata hotel di sana tidak memberi tanda menghadap kiblat.

Alright, besoknya, kami langsung memesan tiket untuk pergi ke Tanjung Benoa mencoba wahana-wahana air (watersport) seperti Banana Boat, Jetski, Flyingfish, Paralayang, dlsb. Memesan tiket berupa paket akan lebih murah ketimbang bayar on the spot. Dan kelebihannya, kamu akan diantar-jemput oleh agen tiket tersebut. Tinggal cari kok di Internet. Paket watersport yang kami pilih ada tiga jenis, yaitu Flyingfish, Jetski dan Paralayang. Pokoknya yang ekstrim-ekstrim gitu deh. Seru sekali sepertinya.

Berhubung jemputan datang pukul 9.30, kami bermaksud jalan-jalan pagi ke pantai Kuta. Kebetulan juga kami memilih hotel yang dekat pantai, bisa melepas boring di waktu senggang, everyone. Dan finally, jemputan pun datang. Saat akan main watersport ke tanjung Benoa, jangan lupa siapkan segala keperluan, seperti baju ganti, handuk, dlsb. Karena di sana nyaris tidak ada yang berjualan pakaian normal. Selain itu, sebelum beraksi, kenyangkan perut dulu agar bisa memberi energi tubuh untuk tampil fit dan semangat. 

Kuta
Save Penyu
#DuapenainKuta


Baiklah, kami mulai menukarkan tiket masing-masing pada penjaga. Lalu baju pelampung pun mulai dipasang dibadan. Jenis olahraga yang kami lakukan pertama kali adalah; Paralayang! Wow, badanmu ditarik ke atas dengan balon udara, dan di atas sana kamu bisa menyaksikan keindahan seluruh pantau Tanjung benoa! Manusi-manusia di pinggir pantai terlihat kecil sekali. Tapi ingat, jangan sampai abaikan intruksi dari ahli di bawah ya. Kalau kamu harus tarik tali yang biru, ya tarik, begitu pun tali yang merah, dan akhirnya kami mendarat dengan sempurna. Yeayyy!!


Parasailing


Setelah parasailing, kami mencoba wahana flyingfish. Penumpangnya harus berdua, dan tidak boleh memiliki berat badan terlalu besar. Bisa-bisa kempes dan susah untuk terbang, hehe. Wahana ini seru, tapi kurang lama deh terbangnya, mau lagi dong.

Flyingfish
Papa
Jetski
Tapi untung masih ada jetski, sebenarnya cara menstraternya gamapng sekali, tinggal atur kecepatan dan kendalikan stang nya. Saya pun kebut-kebutan di laut, seru sekali jika menghadapi ombak, kamu serasa akan terbang dan kembali terhempas dengan keras ke laut. Sungguh mengesankan! Nah, untuk ketiga permainan ini, plus antar-jemput,kamu perlu merogoh kocek sebesar 325.000,-saja. Berbeda halnya kalau kamu pesan tiket di tempat, akan sangat mahal dan tanpa transport tentunya. 

Bersambung...ke sini