Kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin. |
Home / Holiday
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Ngidam Pantai
Mengalami masa “ngidam” adalah
sesuatu yang amat menyesakan tapi sekaligus menyenangkan. Kadang harus menelan
pahit kalau tak kesampaian, atau malah nggak “ngeh” kalau kesampaian,
tapi kadang jadi sangat menyenangkan.
Libur semester kemarin, kebetulan usia Baby udah menginjak lima bulan. Semestinya saat-saat seperti itu saya beraktivitas tidak jauh dari rumah. Tapi nggak tahu, bawaannya justru pengen sekali berenang di pantai. Nah lho! Meski suami sempet sangsi dan ragu, tapi karena saya maksa-maksa sampai ngancam bakal cemberut kalau nggak jadi, akhirnya direstui juga. Tapi dengan syarat; lokasi pantai tidak begitu jauh, dan bawa saudara perempuan buat jaga-jaga. Siap bos!
Saya pilih pantai Pangandaran sebagai tempat tujuan liburan. Dan saya mengajak sepupu yaitu si Dini untuk menemani. Jadilah kita berangkat bertiga dengan nekat naik angkutan umum! Weh weh. Saya kira sejam dua jam, ternyata lebih dari 4 jam saudara-saudara! Gubrak sekali saya di perjalanan. Udah kehilangan gaya deh di bus. Makan udah, denger lagu udah, main gadget udah, tidur udah, tapi kok masih belum sampai juga. Huhuhu.
Setelah sabar menanti, samapai bus hampir kosong karena kebanyakan penumpang turun sebelum sampai di pangandaran, akhirnya saya bisa menghirup aroma pantai juga. Kami langsung disambut tukang ojek dan becak yang saling berebutan. Tapi pada akhirnya banyak yang kami tolak, soalnya kita belum nentuin penginapan. Ih nggak kira-kira ya. Namanya juga mendadak karena hasil ngidam. Tapi Alhamdulillah-nya suami punya murid yang punya penginapan dideket pantai, dan waktu dihubungi, klik! Here we go!
Sore
Klik dengan penginapan, nyimpen
barang-barang dan ganti baju, sore-sore kita langsung cabut menuju pantai. Tapi
sebelumnya makan dulu dong. Karena lagi ngidam udang saus asam manis, suami pun
memesan satu porsi besar buat bertiga. Tapi anehnya suasana pantai dan
warung-warung pada sepi pengunjung. Ternyata eh ternyata, waktu itu kalau
diluar udah mulai masuk sekolah, sedangkan di sekolah saya masih libur karena
liburnya waktu itu belakangan.
![]() |
Udang saus asam manis siap disantap! |
Satu yang saya nggak suka dari
pantai Pangandaran adalah pengelolaan warung-warung yang tidak beraturan dan
bau amis yang menyengat. Aneh deh, perasaan di pantai-pantai lain yang saya
kunjungi tidak sebegitu menyengatnya. Tapi nggak apa-apa lah, yang penting
berlibur ke pantai kesampaian.
![]() |
Mejeng sore-sore di tepi pantai |
Oh iya, sore itu kita langsung
ke pantai. Sementara suami renang, saya dan sepupu mejeng di tepi pantai.
Dikira bakal nemu sunset, tapi malah hujan. Ya, bubar-bubar deh. Lucunya, pas
renang suami nggak pake kacamata, alhasil dia nyasar sampai sekilo meteran dari
lokasi awal dan pulang dengan telanjang dada sambil nyeker alias nggak pake sandal,
masyaAllah suamikuuu.
Malam
Menjelang petang, selepas mandi
dan makan, masih pengen berkeliaran aja. Akhirnya kita pilih naik mobil gowes
dengan tariff 50.000,- sejam. Mahal ya, mana capek kaki ngegowes, tapi dijamin
seru. Ceritanya suami jadi sopir, kita para wanita penumpangnya yang juga
dipaksa ngegowes. Kalau jalan menurun, mobilnya meluncur beitu aja tanpa
digowes, tapi bagian jalan yang nanjak dikit, sekali gowes aja musti pake
tenaga super. Tapi seru banget, ditambah backsound lagu dangdut yang aduhai.
Ieew.
Ngantuk, capek, akhirnya kita
milih tidur.
Pagi
Belum mandi, belum gosok gigi,
saya sudah rebut ganti kostum renang dan maksa-maksa suami buat renang di
pantai. Tapi katanya tetep kudu makan dulu biar ada energi. Kenyang, akhirnya
sampai pada hal yang ditunggu-tunggu; berenang! Tapi yang renang cuma saya dan
suami. Tugas Dini adalah motion kita, hehe.
Tapi memang kendalanya begitu, karena perut terlanjur besar dan berisi, rasanya berenang di pantai dengan ombak yang cukup ganas jadi agak kurang nyaman, kayak kebentur-bentur. Jadilah saya tidak terlalu memaksakan, dan memilih mengakhiri renang. Habisnya, kita gogoleran dulu di pasir sambil berjemur.
Sesaat sebelum renang. Cheers! |
Siang
Mengingat sorenya harus sudah
pulang (karena suami ada kerja), kita bergerak cepat menuju tempat wisata lain.
Tadinya mau ke Green Canyon, tapi ternyata jalannya na’udzubillah juelleeekkk.
Bikin badan goyang-goyang, pantai lompat-lompat dari jok motor. Otomatis saya
merasa sakit di daerah perut, akhirnya kita mutusin balik, dan memilih objek
wisata lain, yaitu Batu Hiu. Tiket masuknya kalau nggak salah per orang cuma 5.000,-
apa 3.000,- ya, pokoknya murah lah.
Sesampainya di dalam, ternyata sepi juga. Jadi ngeri sendiri. Pemandangannya indah sih, banyak pohon pandan yang sudah berakar tua pula, tapi anginnya besar banget, terus ombaknya juga ngamuk-ngamuk mulu sampai nyipratin kita yang di atas, jadi di sana pun kita nggak lama.
Time to say good bye. Kita
ngucapin makasih banyak buat Kang Ucu yang udah ngasih penginapan dengan diskon
gila-gilaan, terus udah ngasih makan yang super istimewa, plus minjemin motor
buat kesana-kesini. Pokoknya Jazkallah Khairan Katsir ya Kang. Semoga kuliahnya
cepat lulus.
Akhir kata, sekitar pukul 15.00 kita pamit dan kembali pulang. Cukup menghibur juga liburan singkat ini. Alhamdulillah ngidamnya mnggembirakan kali ini.
The Super Impresive Bali #2 (The End)
Sambungan dari tulisan sebelumnya
yang bisa kamu baca di sini. Sekarang saya mau meneruskan perjalanan dari
duapena di Bali yang sempet tertunda karena kesibukan. Well, hari kedua, kita
banyak menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat-tempat religius plus pemandangan
alam gitu. Pokoknya lebih bermakna, ciela bermakna!
Sebelumnya, pas malam kita sempet
nonton pertunjukan teater gitu plus atraksi sulapnya yang juga memukau di
Teater Kuta. Yang bikin saya salut itu, penarinya mahir nari segala macam
tarian. Dari mulai tari khas Bali, modern sampai yang kebarat-baratan mirip film
step-up dia bisa. Keren kan? Makanya kita sempetin foto penarinya dulu, hihi.
Bersama salah satu penari |
Magiciannya kayak serem padahal kocak |
When the world gets dark, the beauty starts (arturo illusion) |
Mengawali hari kedua, kita malah nemu
trouble. Jadi saya dan suami sudah sewa mobil untuk berangkat ke beberapa
tempat dari mulai pukul 08.00 (memperkirakan jarak tempat wisata jauh) dari
hotel, ternyata eh ternyata, pak sopir yang mau jemput kita malah nyasar ke
daerah Legian bukan ke hotel kita. Yaah, penonton kecewa, kita pun sama.
Alhasil, karena kesal sudah nunggu dari jam 08.00 sampai jam 10.30, suami saya
langsung nge-cancel sewa mobil itu. Kita mikir ulang, kira-kira perjalanan kita
mau diterusin kemana, apa harus sewa mobil lagi.
Sempet bingung juga sih, jalan tanpa
tujuan gitu keliling kota. Tapi saya pikir malah akan membuang-buang waktu kami
yang singkat di Bali. So, kita minta bantuan sama resepsionis hotel buat sewa
mobil lagi, dan berhasil! Jam 11.00 kitalangsung berangkat menuju tempat
pembuatan batik dan tenun Bali. Setelah tanya-tanya sama pengrajinnya, kok saya
jadi salut gitu ya. Satu kain batik itu pengerjaannya bisa sampai 3-5 hari, dan
itu melalui sekitar 7 proses. Dari mulai pola gambar sederhana, dilapisi lilin,
dan seterusnya (saya lupa lagi). Oh iya, tenun khas Bali juga nggak kalah
memukau. Tapi proses pengerjaannya memang masih sangat sederhana.
Pengrajin Batik |
Alat-alat untuk membatik |
Tenun Bali |
Tidak lama mengunjungi galeri batik,
kita langsung berangkat ke Ubud. Banyak Bule yang norak deh, masa sampai turun
ke sawah demi berfoto. Padahal sawahnya lagi kering, pokoknya nggak ada
indah-indahnya. Padahal kalo sawah yang lebih indah sih banyak di kampung saya,
hehe (promosi). Di Ubud kita sempet mampir ke galeri lukisan. Banyak lukisan
yang bikin serem deh, jadi, mengeksplorasi tubuh kaum hawa gitu. Saya nutupin
mata suami dia ngintip mulu, astagfirullah (becanda). Kita nggak niat beli sih,
saya pribadi kurang interest sama lukisan, sukanya sama fotografi. Pas
tanya-tanya sama penjualnya, harga paling mahal dari lukisan yang ada di sana
dibandrol seharga 36 juta. Mantap kan. Tapi paling murah, ada juga yang cuma
100 ribuan. Di Bali memang gerbongnya para seniman. Seni pahat, seni tari, seni
lukis, komplit pokoknya.
Well, jalan semakin ke atas dan mulai
menanjak. Ternyata kita memang akan naik gunung untuk mengunjungi Kintamani!
Iiih suka deh sama tempat wisata satu ini. Berasa damai gitu, udaranya yang
dingin, pemandangan yang amazing, gunung dan danaunya perfect pokoknya.
Subhanallah ya, saya tak henti mentafakuri keindahan alam ini. Oh iya, untuk ke
Kintamani, kita perlu bayar tiket masuk seharga 15.000 rupiah/org (untuk turis
domestik).
Sebenarnya saat itu kita nggak
ngerasa begitu lapar, tapi akhirnya makan juga di resto yang deket tebing.
Makanannya? Karena nggak tercantum lebel halal, kita jadi pilih makan sayuran
aja. Tapi untungnya dessert nya aduhai, enak alhamdulillah. Tapi memang karena
kita sampai udah agak sore, alhasil restomau tutup dan kita adalah tamu
terakhir! Tapi dari sana kita bisa memandangi keindahan gunung dan danau
Kintamani. Waiters nya juga ramah, kita malah ditawari untuk foto berdua sama
dia. So sweet ya.
Kintamani |
Disangka orang Malaysia karena papa pake baju Langkawi, hihi |
Satu lagi tempat wisata yang kita
kunjungi sebelum magrib. Yakni tampak siring! Uniknya di sebelah atas tempat
peribadatan ini terdapat villa yang dulunya dipakai Presiden pertama RI, yup
Pak Soekarno. Villa nya masih oke punya, dan katanya kadang suka open house
juga buat umum. Sayang pas kita kesana gerbangnya masih digembok.
Istana presiden |
berasa prewed ckck |
The rules are... |
Ada satu tempat khusus di tampak
siring yang biasa dipakai orang untuk mandi secara bersamaan (tapi pake baju
kok). Cuma memang peraturannya kalau masuk harus memakai sarung gitu. Katanya,
air di sana dipercaya orang sekitar merupakan air suci yang multimanfaat.
Selain itu, ada juga tempat untuk bertapa bagi umat hindu untuk beribadah.
Terus yang unik dan khas banget yaitu banyaknya sesajen yang diletakan
disamping kolam pemandian, dan siapa saja boleh menyimpan uang berapapun nilainya,
semacam sedekah gitu. Terus saya gimana? Lah saya kan muslim, jadi maaf nggak
bisa ikut yang begituan. Saya cukup tahu saja. Senang rasanya bisa mengenal
lebih dekat budaya dan tradisi orang yang berbeda dengan kita.
Pemandian tirta empul |
Father and Son |
Sesajen hindu (Yadna) |
Berakhirlah hari kedua di Bali. Back
to hotel, mandi, selonjoran berdua sambil nonton TV terus ketiduran. Capek tapi
seneng ya.
Hari ketiga!
Masih seperti hari kedua, yang kita
kunjungi di hari ketiga adalah tempat peribadatan (pura) dan pemandangan alam.
Pilihan pertama adalah Taman Ayun Mengwi. Guess what? masyaAllah, tempatnya
super rapi, bersih dan nyaman. Ada danau, padang rumput, dan pura yang mirip
pagoda. Terpukau sekali saya di sini. Terutama bentuk pura nya yang mirip
pagoda nya orang cina.
Pura Taman Ayun Mengwi |
Behind pura |
Cukup lama di pura Taman Ayun Mengwi, sampai ada orang jerman
yang minat motoin kita berdua, kita pindah tempat ke suasana alam yang lebih
dingin. Yaitu Danu Beratan Bedugul. Ini terkenal sekali. Karena uniknya,
puranya berada di atas danau. Tiket masuknya jangan lupa, 20.000,- aja.
Pura Danu Beratan Bedugul |
Di sini kita
maen ke koleksi kaktus, anggrek dan guling-guling di padang rumput samping
danau (hehe nggak deh). Sempet bikin kompetisi sama papa, siapa yang angel
fotonya paling keren, tapi kayaknya saya yang menang deh, hehe.
Eka Karya Botanical Garden |
Cactus Collection |
Koleksi Anggrek |
Aha, hari ketiga usai, besoknya
adalah hari terakhir kami di Bali. Tapi tidak banyak yang kami lakukan di hari
terakhir, karena jam 12 kita harus sudah check out. Well, kita Cuma mau perpisahan
sama pantai Kuta. Jadi ya menikmati pantai saja sebelum pulang. Papa sempet
kegoda buat berenang sih, tapi mikir dua kali karena takut nggak keburu.
See You Kutaaa |
Alhamdulillah, serunya liburan di
tempat super mengesankan ini. Indonesia mantep deh punya destinasi wisata yang
super komplit kayak Bali. Kalian yang belum pernah kesana, dicoba ya, dijamin
ngangenin!
Warm Regards!
Lena Sa'yati |
The Super Impressive Bali!
Salah satu
destinasi wisata yang memiliki paket liburan super impressive adalah
Bali! Kenapa harus Bali? Karena kamu dijamin tidak akan kehilangan tujuan
liburan tiap mengelilingi pulau itu. Bagaimana tidak, hampir setiap kabupaten
di Bali memiliki destinasi wisata yang menarik dan berbeda dari yang
sudah-sudah. Well, semua pasti setuju. Dan bukan hanya jago di kandang
saja, Bali juga heboh digembar-gemborkan di taraf Internasional. Buktinya, kamu
pasti nggak akan mampu menghitung begitu buanyaknya turis asing yang nongkrong
disetiap penjuru Bali. Atau bagi kamu yang sudah nonton film nya Julia Robert
(Eat, Pray, Love) tahu dong gimana mendunianya pulau Dewata ini. Jadi nggak
heran juga kalau banyak orang Indonesia yang memimpikan bisa liburan di sana, including
me!
Alhamdulillah,
setelah pikir-pikir hampir sebulan yang lalu, saya dan suami (Duapena) memilih
untuk mengunjungi pulau ini. Itung-itung honeymoon lagi dan menyegarkan pikiran
juga setelah sekian lama terbelit suasana kerja. Nah, mulai lah saya cari-cari
info tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan liburan kami nanti di Bali.
Dari mulai tiket pesawat, penginapan/hotel, tempat-tempat wisata, transportasi
di sana, dlsb. Oke, saya bahas satu persatu!
First,
untuk tiket pesawat, karena segalanya sekarang sudah serba online, so, tinggal
akses penerbangan via internet saja. Atau kalau kamu merasa ribet memesan tiket
via online, bisa juga mendatangi agen-agen penerbangan. Mereka paling cuma ngambil
untung Rp 20.000,-. Kalau sudah deal, kamu akan diberikan surat keterangan
pemesanan tiket yang nanti di bandara tinggal dikasih ke boot pesawat and you
will get a real ticket!. Oh iya, kamu juga harus menentukan apakah kamu
akan memesan tiket untuk perjalanan pulang-pergi atau hanya pergi saja. Tapi
mendingan pulang-pergi agar kita tenang pas liburan, tidak harus memikirkan
bagaimana pulang nanti.
Second,untuk
masalah penginapan/hotel, kalau di Bali mending pilih Hotel saja. Banyak juga
yang murah tapi punya fasilitas Oke, soalnya banyak hotel yang baru buka dan
menawarkan harga promo. Secara, kalau tiba musim liburan, hotel di Bali
padetttt sepadet-padetnya, jadi wajar kalau bermunculan hotek-hotel baru. Dan akan
lebih baik kalau kamu sudah reservasi dari sebulan sebelum pergi. Via online
tentunya akan lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya, karena bayarnya
on the spot. Untuk informasi lengkap seputar hotel, dari yang paling mahal
sampai yang termurah, bisa kamu akses di sini. Nanti pemesanan akan
dikirim ke email kamu, dan kamu perlu membuat print out surat keterangan
pemesanan tersebut untuk diperlihatkan ke resepsionis hotel nanti. Pastikan
berapa hari kamu menginap di hotel sudah diperhitungkan ya, termasuk tanggal
check in dan check out nya.
Third, untuk
tempat-tempat wisata yang ingin kamu kunjungi di Bali, bisa juga search di
Internet. Kamu memang harus sudah memiliki tujuan akan kemana saja saat liburan
di Bali, agar waktu tidak terbuang sia-sia. Bisa juga kamu mengambil
pamflet-pamflet gratis ketika sampai di Bandara Ngurah Rai. Di sana banyak pula
agen-agen wisata atau penyewaan mobil beserta klasifikasi tempat-tempat wisata
yang akan dikunjungi.
Forth, untuk
transportasi menuju ke tempat-tempat wisata, dari pada kamu ribet nungguin taxi
atau jalan kaki, lebih baik menyewa mobil saja untuk paket perhari. Kamu juga
bisa tanya resepsionis hotel, mereka pasti punya kenalan tempat penyewaan mobil.
Untuk masalah harga, sebelum BBM naik, seharian itu bisa merogoh kocek
350.000,-, dan setelah kenaikan BBM, harganya rata-rata menjadi 400.000,-.
Cukup murah dibanding nyari-nyari angkutan sana-sini, dan sangat nyaman karena
penumpangnya hanya kamu dan teman,keluarga atau pasanganmu saja.
Next, soal
makanan, saya akui kami berdua adalah food hunter. Tapi kami juga akan sangat
hati-hati saat memilih jenis makanan yang akan dilahap. Di Bali banyak sekali
rumah makan dan resto, tapi berhubung kami Muslim, sebelum memilih tempat
makan, yang pertama dicari adalah label “halal” (meski ada ulama yang bilang
dengan membaca “Bismillah” insyaAllah menjadi halal) tapi kami tetap tak mau selama
masih ada makanan yang halal. Tapi Alahmdulillah, samping hotel kami ada warung
makan Muslim, terus depannya ada resto yang menyediakan babi guling, haha lucu
deh. Kami lebih pilih warung saja. Meski menu sederhana, yang penting perut
tidak lagi meronta-ronta, hehe.
So, time to
begin the story. Bagi kamu yang belum kesana, terus mau tahu bagaimana kisah
perjalanan kita (barangkali jadi referensi atau sekedar info), simak ya cerita
kami berikut ini.
Bali Part 1
Sesampainya di Ngurah Rai Airport
jam 20.00 WITA (waktu di Bali lebih 1 jam dengan waktu di Jawa Barat) kami
menyempatkan diri untuk dinner. Di sekitar bandara ada Solaria. Tempat kita
nongkrong banget sewaktu di Tasik. Biasanya mesen pasta, malam itu mood nya pengen
nasi goreng aja, dan so pasti nasi goreng udang spesial. Apa pun asal ada
udangnya, saya suka. Eh, Suami ikut-ikutan mesen nasgor juga, so, Allohumma
Baariklana... kita santap nasgor sampai tidak habis karena kebanyakan, weleh
weleh.
Dinner |
Tak sabar ingin cepat istirahat,
kami segera memesan taxi yang para sopirnya sudah ready nawarin diri di pelosok
bandara. Rata-rata taxi di Bali ngajuin harga 70-75 ribu setelah ditawar sana-sini.
Baiklah, here we go. Setiba dihotel, langsung reservasi ulang dengan
memperlihatkan surat bukti pemesanan, kamar 105 pun jadi tempat tinggal
sementara kami. Barang-barang bawaan seketika amburadul, dari mulai gadget
(Laptop, Modem, Kamera, Tablet, Hp dan Handycame), baju-baju dan makanan. Buat
kami, saat bepergian itu yang terpenting adalah kamera plus Handycame (sebagai
bukti fisik berupa foto & video) dan Google Maps biar nggak ada kata “nyasar”.
Tapi yang namanya muslim, meski pergi liburan pun, perlengkapan ibadah mah
tetep. Semacam sarung, mukena dsb juga harus nimbrung di tas. Dan satu lagi,
aplikasi Kompas di Tablet juga gak boleh ketinggalan. Soalnya rata-rata hotel
di sana tidak memberi tanda menghadap kiblat.
Alright, besoknya, kami langsung
memesan tiket untuk pergi ke Tanjung Benoa mencoba wahana-wahana air
(watersport) seperti Banana Boat, Jetski, Flyingfish, Paralayang, dlsb. Memesan
tiket berupa paket akan lebih murah ketimbang bayar on the spot. Dan
kelebihannya, kamu akan diantar-jemput oleh agen tiket tersebut. Tinggal cari
kok di Internet. Paket watersport yang kami pilih ada tiga jenis, yaitu
Flyingfish, Jetski dan Paralayang. Pokoknya yang ekstrim-ekstrim gitu deh. Seru
sekali sepertinya.
Berhubung jemputan datang pukul
9.30, kami bermaksud jalan-jalan pagi ke pantai Kuta. Kebetulan juga kami
memilih hotel yang dekat pantai, bisa melepas boring di waktu senggang,
everyone. Dan finally, jemputan pun datang. Saat akan main watersport ke
tanjung Benoa, jangan lupa siapkan segala keperluan, seperti baju ganti,
handuk, dlsb. Karena di sana nyaris tidak ada yang berjualan pakaian normal.
Selain itu, sebelum beraksi, kenyangkan perut dulu agar bisa memberi energi tubuh
untuk tampil fit dan semangat.
Kuta |
Save Penyu |
#DuapenainKuta |
Baiklah, kami mulai menukarkan
tiket masing-masing pada penjaga. Lalu baju pelampung pun mulai dipasang dibadan.
Jenis olahraga yang kami lakukan pertama kali adalah; Paralayang! Wow, badanmu
ditarik ke atas dengan balon udara, dan di atas sana kamu bisa menyaksikan
keindahan seluruh pantau Tanjung benoa! Manusi-manusia di pinggir pantai terlihat
kecil sekali. Tapi ingat, jangan sampai abaikan intruksi dari ahli di bawah ya.
Kalau kamu harus tarik tali yang biru, ya tarik, begitu pun tali yang merah,
dan akhirnya kami mendarat dengan sempurna. Yeayyy!!
Parasailing |
Setelah parasailing, kami mencoba
wahana flyingfish. Penumpangnya harus berdua, dan tidak boleh memiliki berat
badan terlalu besar. Bisa-bisa kempes dan susah untuk terbang, hehe. Wahana ini
seru, tapi kurang lama deh terbangnya, mau lagi dong.
Flyingfish |
Papa |
Jetski |
Tapi untung masih ada jetski,
sebenarnya cara menstraternya gamapng sekali, tinggal atur kecepatan dan
kendalikan stang nya. Saya pun kebut-kebutan di laut, seru sekali jika
menghadapi ombak, kamu serasa akan terbang dan kembali terhempas dengan keras
ke laut. Sungguh mengesankan! Nah, untuk ketiga permainan ini, plus
antar-jemput,kamu perlu merogoh kocek sebesar 325.000,-saja. Berbeda halnya
kalau kamu pesan tiket di tempat, akan sangat mahal dan tanpa transport
tentunya.
Bersambung...ke sini
Langganan:
Postingan
(
Atom
)