In my spare time,Isometimesfound time toshootsomethingwithmyfavorite camera,the NikonD3100.Andifyou believe,allthe results ofthis pictureI tookfrom thebalcony of the house. Here it is!
I love today's sky :)
Chick
Grandpa and Grandchildren
Green and Blue, such a nice combination
cat
swan are swiming
Dragonfly
Panorama
I don't know is it nice or not in your eyes, but I saw something that I called it "a wonderful creation", and all praise be to Allah, so let's say SUBHANALLAH! :)
Alhamdulillah, kita (Komunitas
Matapena Rayon Tasikmalaya) baru aja selesai launching film kedua dari seri
Hidup Sekali hiduplah yang Berarti yang rilis dua tahun lalu. Kali ini judul
film nya adalah “INTENSIF”. Wah, maksudnya apaan? Ya maksud banget dong. Kita
tuh serius menggarap film ini, saking seriusnya, kadang pas syuting krew film
sampai lupa makan dan tidur, halaaah...
Film “INTENSIF” ini memakan waktu
5 hari untuk proses syutingnya. Durasi waktunya 1 jam 10 menit, lumayan lama
kan? Hehe. Wah, kok bisa bisa durasi segitu syuting nya Cuma 5 hari? Jawabannya,
ya Man Jadda Wa Jada dong.Jadi,
dari mulai Sutradara, Kameramen, Krew dan pemain semua disiplin banget terutama
masalah waktu, pokoknya gak ada tawar menawar deh.Bayangin aja, kita syuting
dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 00.00 larut malam. WOW! Belum abis itu
Sutradara dan krew harus kumpul untuk nentuin rundown buat besoknya. Amazing
kan? Tapi untungnya semua elemen pada kompak, jadi Alhamdulillah syutingnya
lancar. Terus kalau masalah masuk kelas, kita membuat surat memohon perizinan
kepada Kepala Sekolah, Bagian Pengajaran dan Guru di kelas, jadi aman deh.
Fiuh..
Maksud dari judulnya sendiri
yaitu karena para pemain menceritakan diri mereka sebagai anak INTENSIF. Di
Pesantren kita setiap santri yang masuk SMA Terpadu tapi SMP nya di luar, kelas
mereka dinamakan “INTENSIF”. Artinya, kelas ini harus dengan sungguh-sungguh
mengejar ketertinggalan mereka dalam bidang akademik dari kelas “Quddama” alias
mereka yang sedari SMP sudah sekolah di Pesantren ini. Tapi selain itu, makna
INTENSIF sendiri di sini lebih luas, karena selain sungguh-sungguh dalam bidang
akademik, tapi mereka juga harus sungguh-sungguh dalam hal lain, semisal dalam
ibadah, persahabatan, pengorbanan, ketaatan, dll.
Genre film ini terbilang drama komedi
ya. Karena karakter dari tokoh-tokohnya sendiri beragam. Ada Raihani Dewi yang bisa dikatakan leader
kelompok ini. Dia berwatak tegas, serius, cepat dalam mengambil keputusan dan
alternatif, pintar namun tidak sombong. Sedangkan Nuni Hidayat memiliki
karakter yang agak konyol, tidak pernah serius dan tidak memiliki pendirian
yang kuat. Hana Salima berwatak hampir sama dengan Nuni, mereka kadang lebih
nyambung dengan kekonyolannya. Dan Ina Shaliha seorang santri yang agak
pendiam, penurut, namun memiliki pendirian kokoh yakni ingin menjadi seorang
Da’iah kondang, lantaran Ia sering dituntut menggantikan Nenek nya di kampung. Wah,
lengkap kan? Pokoknya dijamin seru kalau nonton film ini. Dan jangan lupa nonton
trailer filmnya di Youtube,
Mau tahu serunya Behind The Scene
Film “INTENSIF” dan serunya launching Film di acara Pekan Literasi Pelajar? Ini
dia saya kasih bocorannya.
Lena Sa'yati as The Director
Ini dia acara Launchingnya
Everyone wants to take pictures in photo booths with "INTENSIF MOVIE" as its background :)
Kalau acara Pekan Literasi Pelajarnya, serunya kayak gini
Jangan lupa cap jari di pohon pena nya ya :)
Yang ngisi acaranya Mbak Syamsa Hawa (Pimred Majalah Annida Online dan Mas Agung)
Aduh itu ketek nya :-p
All Committees with All Annida Crew
Me, Mbak Syamsa Hawa and Ove!
Grand Final Sayembara Menulis Novel, Cerpen dan Puisi. And they are as a winner. Congratulation! :)
My Beloved Hubby and I. Hihii
Oh iya, untuk pemesanan film "INTENSIF" yang harganya IDR 25.000,- silahkan hubungi Lena 085793708573 ya :)
Buat kamu pelajar se-Jawa Barat yang tertarik
pada dunia sastra, ayo ikuti acara keren ini. Menghadirkan Krew Majalah Annida
(Majalah Remaja Islam satu-satunya dan terbesar di Indonesia. Yang saat ini
jumlah kunjungan web annida-online mencapai 65 ribu kunjungan/ bulan (Februari
2012), dengan rata-rata 2000 pengunjung per hari, dan diakses oleh lebih dari
70 negara).
Acara:
Launching Majalah Condong
Launching Film
Grand Final Sayembara Penulisan Novel,
Cerpen dan Puisi
Nasyid, Marawis, dll.
Worksho Menulis bersama krew Majalah Annida
Meet and Greet Syamsa Hawa (Pimred Majalah
Annida).
ü
Cara Partisipasi:
Peserta adalah pelajar SMP, SMA dan
Mahasiswa Aktif.
Daftarkan diri kamu dengan mengisi formulir
yang disediakan paling lambat tanggal 12 Maret 2013. Atau melalui e-mail kami
di matapenatasik@gmail.com
Membayar uang pendaftaran 35.000,-
Fasilitas peserta; Blocknote, Bolpoin, Co
Card, Soft drink, Lunch, Book Signing dan sertifikat.
Bagi pelajar SMP dan SMA wajib memakai
pakaian sekolah.
ü
Waktu dan Tempat:
Komplek Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum wadda’wah Condong
Cibeureum Tasikmalaya
Pada siang dan
sore Jum’at kemarin suasana pondok menjadi agak sedikit berbeda dari
sebelumnya. Pada satu ruangan terdapat satu kelompok yang menyalakan semangat
luar biasa untuk menulis. Bahkan saking semangatnya, teriakan mereka sampai
terdengar ke luar gedung.
Memang pada
hari itu sedang diadakan kegiatan karantina pembinaan untuk peserta Sayembara
Menulis Novel, Cerpen dan Puisi yang digelar Komunitas Matapena Rayon
Tasikmalaya. Kompetisi tersebut sengaja hanya melibatkan peserta dari dalam
saja. Dikira yang berminat hanya satu atau dua, ternyata kian hari peserta
semakin membludak. Kini tercatat peserta Sayembara Menulis di Pondok Pesantren
Condong jumlahnya menyentuh 117 orang. Subhanallah. Saya sampai kewalahan
ketika membina mereka, takut tidak terjangkau satu persatu, tapi Alhamdulillah
karena semangatnya yang begitu besar memicu diri saya untuk membimbing mereka
dengan sepenuh hati.
Kompetisi ini
baru diadakan tahun ini dan mudah-mudahan bisa terus istiqomah untuk
kedepannya. Kegiatan semacam ini disadari Komunitas Menulis di Pondok Pesantren
Condong untuk membakar semangat para santri dalam dunia Literasi, sehingga
harapannya dapat muncul para penulis yang berkualitas. Alhamdulillah ternyata
animo santri pun sangat besar saat digelar acara seperti ini.
Para peserta
Sayembara Menulis baru memasuki tahap satu dalam kompetisi. Yaitu tahap
karantina pembinaan. Di sini mereka dijejali pengetahuan seputar menulis dan
beberapa tips agar menjadi penulis yang baik. Dengan begitu, diharapkan ketika
nanti membuat karya, mereka tidak kebingungan dan bisa mengejawantahkan apa
yang mereka ketahui kedalam tulisannya masing-masing. Tahap selanjutnya, mereka diberi waktu satu
bulan untuk menyelesaikan karya dengan deadline terakhir pengumpulan
tanggal 2 Maret 2013 tepat pukul 12 malam. Setelah itu, semua karya yang
terkumpul akan diserahkan pada dewan juri, dan penentuan juaranya sendiri akan
diumumkan pada saat acara Pekan Literasi Pelajar ke-2 tanggal 12 Maret 2013 di
depan ratusan pelajar se-Jawa Barat.
Kompetisi ini
tentunya akan berlangsung seru, karena juaranya tidak memandang dia tingkat SMP
atau SMA, jadi siapa pun berhak menang jika karyanya bagus. Selain itu, juara
Sayembara Menulis juga memperebutkan piala Gubernur, Kepala Sekolah SMA Terpadu
dan SMP Terpadu. Keren bukan?Hal ini
sengaja untuk menjadi motivasi bagi para peserta agar mereka mempersiapkan
karya mereka dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, bagi para juara, karya mereka
juga akan diterbitkan. Ah, siapa yang tidak tergiur mengikuti ajang ini.
Begitulah semangat para prajurit penghunus pena di Pondok Pesantren Condong. {Lena}
Hj. Netty Prasetyani, M.S.i saat menyampaikan sambutannya
Jum’at kemarin Pesantren Condong
kedatangan tamu istimewa yakni Hj. Netty Prasetyani, M.S.i yang
merupakan istri dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Lc. Kedatangan beliau
yang terbilang mendadak ini dimaksudkan untuk mengadakan silaturahim bersama
keluarga besar Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Condong. Seluruh
santri dan santriwati pun dikerahkan untuk menyambut beliau. Termasuk seluruh
staf pengajar dan keluarga besar Pesantren ikut menjamu kedatangan Ibu Hj.
Netty.
Secara singkat acara berlangsung
dengan lancar dan khidmat di dalam mesjid Fatimah Az-zahra meski diiringi
guyuran hujan lebat. Terlebih dahulu Kyai Diding Darul Falah selaku Wakil
Pimpinan Pondok Pesantren menyampaikan sambutannya dihadapan Ibu Hj. Netty dan
ratusan santri. Dalam sambutannya beliau memperkenalkan latar belakang
pesantren Condong dan juga mengajukan beberapa pesan agar disampaikan kepada
Bapak Gubernur yang berhubungan dengan dunia pendidikan terutama dalam aspek
pembangunan.
Selanjutnya Ibu Hj. Netty pun
memberikan sambutan lalu memaparkan maksud dan tujuannya datang ke Pesantren
Condong. Beliau menyesalkan padatnya kegiatan pak Gubernur sehingga belum
menepati janjinya untuk bersilaturahim dengan pihak pesantren. Namun meski
begitu beliau menegaskan bahwa sebelum suaminya yang datang, istrinya terlebih
dahulu yang tiba untuk mewakili.
Ada sesuatu yang menarik menyangkut
nama beliau yang seringkali dipanggil seenaknya oleh orang-orang. Beliau
menegaskan bahwa sedari lahir namanya adalah Netty Prasetyani. Namun banyak
dari orang-orang yang menyebutnya Ibu Gubernur, padahal dia bukan Gubernur. “
Kalau saya dibilang Ibu Gubernur, berarti saya dong yang jadi Gubernur. Lagi
pula kalau dipanggil Ibu Gubernur, saya kan istrinya Pak Gubernur, bukan
Ibunya”. Seketika gelak tawa para santri membahana. Namun yang paling
parah, sempat pada satu acara, MC memanggilnya dengan sebutan Netty Herawati,
mungkin karena dekat dengan nama akhir Bapak Gubernur yaitu Heryawan. Para
santri kembali terpingkal-pingkal.
Selanjutnya beliau pun menyampaikan
beberapa nasihat kepada para santri seputar dunia pendidikan, kondisi ummat
Islam di Indonesia serta peran wanita di masyarakat. Beliau pun sangat
mengapresiasi para santri yang mau belajar di pesantren. “ Untuk menjadi kader
bangsa, kita memang perlu mempelajari ‘Ulum. Memperdalam ilmu-ilmu
agama, serta tidak lupa mempelajari funun atau Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK)” papar Calon doktor dari Universitas padjajaran ini.
Terakhir, Wakil Pimpinan Pesantren menyerahkan cenderamata secara simbolis lalu
meminta untuk berfoto bersama. Setelah itu beliau pamit undur diri untuk
menghadiri acara berbeda di tempat lain.[Lena]