Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Syukuran 7 Tahun Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (KWKT)



Seberapa kenal kamu sama kuliner khas Tasikmalaya? Atau justru bingung mau makan di luar tapi nggak tau harus makan dimana? Mungkin jawaban tepatnya adalah tinggal follow aja akun instagram Komunitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (@wiskultasik). Yup, bermula dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kurang lebih sudah satu tahun saya jadi follower ig @wiskultasik, dan kemarin seneng banget berkesempatan hadir di ulangtahunnya yang ke-7. Kok bisa?
      Jadi, di ulang tahun yang ke-7 ini, KWKT ngadain beberapa perlombaan, yaitu lomba makan bakso dan fotografi kuliner. Nah, saya iseng mengikuti lomba foto itu, dan ternyata terpilih menjadi salah satu foto terbaik. Saya pun diundang ke acara ulang tahunnya yang bertempat di kedai Jolly Joy Jl. RE Martadinata setelah bundaran simpang lima. Rangkaian acaranya dimulai dengan lomba makan bakso, kemudian sambutan seremonial, acara puncak, yaitu tiup lilin dan potong kue, lalu pembagian hadiah.
      Sebagai juara lomba fotografi, saya beruntung sekali bisa mendapat segambreng hadiah berupa produk dari sponsor, sertifikat, marchandise, dan yang paling asik nih, voucher jajan yang super banyak, bisa buat jajan sebulan! Tapi misi pentingnya sih, promosiin kuliner Tasik lewat sosmed, biar makin dikenal banyak orang. Dan yang lebih asik lagi, para pemenang lomba fotografi juga otomatis terdapftar sebagai member KWKT secara gratis! Yeayyy!! Itu artinya, mulai saat ini saya sudah jadi member dan bisa dapet banyak keuntungan kalo mau makan di 30 tempat yang sudah bekerja sama dengan pihak KWKT. Keuntungannya berupa diskon dengan menunjukan identitas member. Seneng banget rasanya.
      Makasih banyak buat para pengurus KWKT, semoga komunitas ini semakin besar kedepannya, makin banyak followernya, makin memberi manfaat dan inspirasi bagi banyak orang. Amin.    

Foto para pemenang. Punya saya yang paling atasa nomor 2 :-)
Acara puncak tiup lilin dan potong kue seluruh member KWKT
Wajah-wajah sumringah para pemenang saat dapet hadiah :-D
Sebagian dari isi hadiah, produk makanannya kebanyakan udah ludes dimakan keluarga, hihi

























Idul Fitri 1435 H

Kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Flowers


I really love the flowers. 
It seems if I see to the garden filled with flowers of course I feel happy and fresh. Flowers can be a stress reliever at the sight. And I think that's the power of Allah who has created a variety of flowers in this world. From the most beautiful to the most unique and bizarre impressed. Of the fragrance that smells similar to the carcass. It is remarkable, and not be surprised if I say Subhanallah when meeting with an assortment of flowers.
But I rarely expose the flowers with my camera, but every go I almost always carry a camera. Well, this time I managed to photograph some of the flowers that I have come across several days. Psstt, I myself began to plant a variety of flowers since the first trimester of pregnancy. Alhamdulillah, the effect is very good for my pregnancy psyche. Here are some flowers that I had a portrait, though the technique is not perfect (knowingly I am as an amateur photographer, hehe) but it’s not problem right?

I think it looks like a yellow frog!

I have two kinds of rose in my garden. The white one and this one :-)

Ilove the color gradation :-D
this is the white one

falling in the wind

Green meet Pink. Chic!

the flower that I met in my homeland Salopa

this rose I bought at my lilbro graduation

and this is the lady rose, hehe I mean the florist :-)

When asked what flowers that I liked the most? maybe I will answer the rose flower. it can be seen from the photograph collection where the most interest. :-)



       warm regards,
Lena Sa'yati









1.632 Santri mengikuti Apel Tahunan dan Pawai Ta'aruf Pondok Pesantren Condong



Berbeda dari tahun sebelumnya, Apel Tahunan dan Pawai Ta’aruf yang diselenggarakan Pondok Pesantren Condong tampak lebih berwarna. Acara yang berlangsung pada hari Ahad (1/10) ini dihadiri oleh seluruh Ustadz/ah, keluarga besar, pimpinan Pondok dan Kapolsek Cibeureum, serta diikuti oleh 1.632 santri. Bertempat di lapang futsal komplek pesantren, kegiatan seremonial apel berlangsung khidmat dan berujung seru.
Sama halnya dengan upacara bendera, dalam upacara apel pun masih terdapat pengibaran bendera dan lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan paduan suara. Namun, para peserta apel terlihat sedikit berbeda. Mereka dikotak-kotak pada setiap konsulat yang berbeda, dan masing-masing konsulat terlihat mengenakan kostum yang menunjukan ciri khas daerah. Ada pula regu “Bhineka Tunggal Ika” yang di dalamnya terdapat sejumlah santri maupun santriwati dengan latar belakang daerah berbeda, dan berdandan sesuai asalnya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menunjukan latar dari santri Condong yang meski pun berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Setelah Kepala Sekolah SMA menyampaikan amanat upacara dan ditutup dengan do’a, seluruh peserta upacara heran dengan lantunan musik gamelan sunda yang tiba-tiba menggema di lapangan. Hal ini sampai menimbulkan tanda tanya pihak kepala Sekolah serta jajarannya dan bermaksud menghentikan musik tersebut. Ternyata, baru lah muncul kejutan dari siswa akhir 2013/2014 berjumlah empat orang yang mengendarai torbil sambil mengenakan pakaian adat Sunda. Hanya saja mereka mengenakan kaca mata hitam, dan mendandani kendaraannya bak burung garuda. Penampilan mereka semakin istimewa dengan aksi mengitari lapangan sambil melambaikan tangan dengan pede nya. Sontak seluruh peserta upacara bertepuk tangan dan bersuka cita bersama.
Upacara pun berakhir dan dilanjutkan dengan Pawai Ta’aruf yang digawangi oleh tim drumband dan diakhiri tim penabuh bedug. Tidak terbayang panjangnya pasukan santri Condong yang memadati pinggir jalan menuju Kota. Masing-masing konsulat menyuarakan yel-yel mereka di sepanjang jalan guna meramaikan suasana. Selain itu, bagi konsulat paling rapi dan kompak, panitia telah menyiapkan hadiah beserta tropi bagi mereka yang beruntung.
Arak-arakan pasukan pawai berakhir di waserda Riyadlul ‘Ulum. Dengan jumlah santri yang begitu banyak, jajanan pun hampir ludes dan menyisakan begitu banyak sampah yang berserakan. Namun, para panitia dengan sikap mempersiapkan sapu untuk bergotong royong membersihkan area sekitar. Semoga kegiatan seperti ini menjadi ladang dakwah bagi Pesantren dan menjadikannya istiqomah untuk terus mencerdaskan dan membina akhlak anak bangsa. [lena]

Uha sebagai Komandan Upacara
Pasukan Pengibar Bendera

Pembawa Bendera
Paduan Suara
Merah Putih siap berkibar
Ini dia nama acara kita :)
Kehadiran para wayang yang menghebohkan
Ini lah wajah-wajah para wayang yang menghebohkan.