Saya tinggal di daerah Kuta, sangat dekat dengan pantai,jadi setiap ada waktu senggang, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan disekitar kota da pantai Kuta :)
Home / All post
Exotic Holiday in Bali Part 1
Saya punya tulisan menarik seputar Bali, terlebih karena saya baru pulang liburan dari sana. Tapi sabar ya, foto nya dulu nggak apa-apa kan, :-)
MAHAPRENEUR
Sebuah catatan bagi mahasiswa Indonesia.
Banyak
pertanyaan yang menyambangi seorang Mahasiswa selepas lulus kuliah. Apakah Ia
akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bekerja, menjadi
mahasiswa abadi atau bahkan menganggur. Yang terakhir ini seringkali menjadi
bumerang bagi seorang mahasiswa yang ‘katanya’ sudah tinggi-tinggi sekolah
akhirnya nganggur juga.
Kreatif, imaginatif dan inofativ.
Umumnya menjadi image khusus untuk seorang mahasiswa. Sebenarnya tidak berbeda
jauh dengan seorang entrepreneur atau seorang wirausaha. Hanya saja fakta
berbicara sebaliknya, terbukti dari perbandingan antara lulusan perguruan
tinggi yang bekerja dan menganggur. Rupanya kondisi ini mendorong banyak
universitas dan praktisi pendidikan untuk mereorientasi lulusannya agar siap
menjadi pencari kerja. Tapi bukankah “pencari kerja” dan “pencipta kerja”
memiliki makna yang berbeda.
Menjadi seorang enterpreneur tidak
hanya berlaku bagi pengusaha besar saja. Bahkan anak yang masih duduk di bangku
Sekolah Dasar atau Menengah pun berhak menjadi entrepreneur. Di Luar Negeri
termasuk USA seringkali mengadakan program kidpreneurship saat musim luburan. Anak-anak
disediakan tempat untuk membuat boot bazar, dan mereka menjual berbagai macam
produk. Mereka menjual mainan, atau makanan buatan sendiri. Tentu saja hal ini
bukan tanpa tujuan, justru kegiatan ini berhasil membuat kesadaran dalam jiwa
anak untuk merasakan apa yang orangtua mereka rasakan. Yaitu bahwa mencari uang
sulit, perlu kerja keras, berpikir kreatif dan inofativ serta pantang menyerah.
Jika anak kecil saja mampu, tentu
seorang mahasiswa pun bisa. Kini sudah mulai menjamur entrepreneur di kalangan
kampus, namun kebanyakan sulit menyeimbangkan antara kewajiban belajar dan
berjualan. Hasilnya, banyak pula yang kemudian meninggalkan bangku kuliah.
Sebenarnya, tidak melulu begitu. Dua-dua nya bisa berjalan beriringan jika
seorang mahasiswa bisa menggunakan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya. Dalam penggunaan
media internet misalnya. Dari pada melulu mengorek-ngorek status dan
komentar-komentar di sosial media, mengapa tidak dijadikan kesempatan bisnis. Dlsb.
Tidak sedikit yang mencibir satu
kegiatan ini. Namun jika saja kita tahu Rasulullah SAW pun bersabda bahwa
sebaik-baik kasab (usaha) adalah berdagang. Orientasi dari menjadi seorang entrepreneur
tentunya tidak hanya materi, tapi yang paling penting adalah manajemen diri
serta pembentukan mental. Sudah terbukti dari banyaknya pengusaha yang memiliki
mental baja, karena mereka cenderung berjiwa kepemimpinan tinggi, disiplin
serta pantang menyerah.
Satu yang pasti, niat ketika memilih
menjadi entrepreneur bukanlah karena hobi, bukan pula karena tuntutan keadaan,
melainkan menyempurnakan ibadah. Selain untung, juga berkah. Itu lah wujud
hasil bisnis yang sebenarnya. Selamat mencoba dan jangan hanya menjadi
pengekor, tapi mampu menjadi kreator. Bukan hanya menjadi entrepreneur tapi
menjadi mahapreneur. []
Happy 26th Birthday Papa..
![]() |
| Happy 26th Birthday Papa.. |
Eh ada nih kayaknya perbandingan tubuh papa antara before and after married. Nih,
![]() |
| Beda abissss! |
Oh iya, terakhir mimi punya segudang do'a untuk papa. Diantaranya; semoga papa diberikan umur yang panjang dan barokah, ditambah-tambah dalam mencari rezeki, dilancarkan segala urusan, tercapai segala impian, bisa S2 bareng mimi nanti di IIUM, selalu sehat dan fit, semakin jenius dan sukses segala-galanya, aminnn.
Nah, ini dia video yang mimi dedikasikan untuk milad papa yang ke 26. Happy Watching ^_^
Well, the last I only wanna say, U're my everything and I love you so Much. Dadaaaahhh...
Warm Regards,
| Lena Sa'yati |
30 tahun Mizan, lahirkan Generasi Cerdas, Intelek dan Fun
![]() |
| 30 tahun Mizan |
Bismillah,
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Menginjak kepala tiga, semestinya seseorang tengah menjadi sosok manusia dewasa yang sudah matang. Matang dalam pola pikir, dalam bertindak, dalam bergaul, dalam pengalaman termasuk matang dalam mengelola sebuah keluarga yang nantinya melahirkan generasi-generasi penerus. Lantas kenapa kepala tiga dibahas pula di sini? memangnya ada apa? Saya kira bagi mereka orang-orang pecinta bacaan, sudah barang lazim mengenal satu penerbit ternama "MIZAN". Tentu saja, betapa tidak, penerbit buku-buku berkualitas ini bahkan sudah menancapkan kakinya dalam dunia Literasi selama 30 tahun! Subhanallah sekali bukan? sungguh konsistensi yang mulia.
Bukannya sok beromantisme atau bahkan lebay dan alay, namun pengalaman saya bersama Mizan mengantarkan saya menjadi sosok wanita yang berani berbeda dari yang lainnya. Mungkin bisa dibilang saya baru berkenalan dengan buku-buku dari penerbit ini sekitar 9 tahun yang lalu saat masuk kelas 1 SMP di SMP Terpadu Condong Tasikmalaya. Saat awalnya saya sama sekali buta terhadap buku-buku bacaan lantaran saya berlatar belakang seorang gadis kampung yang norak dan kampungan. Tapi sungguh, saat pertama kali mata ini menatap sebuah gambar di sampul buku, tiba-tiba hasrat untuk membuka dan membaca buku itu pun muncul. Bukunya sangat khas sekali dengan design cover kartun dan conten meremaja yang juga disertai gambar di dalamnya.
"Oh tuhan, aku jatuh cinta pada barang itu, aku pikir saat itu pula duniaku mulai berubah untuk menentukan jalan hidupku kedepannya. Sungguh, aku jatuh cinta pada pertama kali jumpa!"
Hari itu merupakan kali pertama saya berkenalan dengan buku yang mengubah duniaku. Namun karena masih bingung dimana harus membeli, saya hanya bisa meminjam dari teman atau kakak kelas. Lambat laun tipe bacaan saya merambah pada buku non-fiksi. Kembali Mizan membuat saya terhipnotis dengan gebrakannya. Buku-buku how to- bertemakan kehidupan remaja (persahabatan, pergaulan, dsb) saya pilih untuk menemani roda kehidupan yang mulai berjalan. Berlanjut hingga SMA saya mulai rajin menulis dan terus menulis. Buku pun semakin bertambah di rak lemari. Beberapa lomba menulis sempat saya ikuti.
Selepas SMA saya mulai berani mendirikan sebuah komunitas menulis dan merekrut murid-murid dimana tempat saya mengajar. Sudah empat tahun berjalan, komunitas ini semakin menguat dengan konsisten berkarya dari mulai menerbitkan buku secara indie, memproduksi film, dan mengundang penulis-penulis nasional. Selain itu, alhamdulillah saya melaju ke tingkat nasional dan menyabet gelar juara dalam lomba menulis. Juga lagi-lagi dengan referensi yang saya gunakan dari buku-buku Mizan. Begitu pula anak-anak didik saya yang juga semakin semangat berkarya berkat lecutan semangat yang Mizan ciptakan.
![]() |
| Saya dan para penghunus pena di Komunitas Matapena |
| Salah satu rak buku saya dan suami. Beberapa bukunya terbitan Mizan |
| Salah satu buku terbitan Mizan |
Sekarang, saya sudah menikah dengan suami yang juga pecinta dunia Literasi. Banyak pula koleksi bukunya terbitan Mizan. Bacaan-bacaan saya pun mulai merambah genre serius, dan lagi-lagi Mizan kembali menjadi pilihan. Kami seperti tidak memiliki dua hati. Segalanya serasa sama dan tidak ada pembeda. Saya kira, bahkan sampai nanti kami dikarunia malaikat-malaikat kecil, buku-buku bergizi dari Mizan akan selalu jadi pilihan. Alasan utama, tentu karena segala genre buku lengkap siap sedia. Dari yang lucu menggelitik, sedih haru dan menyayat hati, sampai membuat motivasi tumbuh dan pemikiran bekembang semua ada di Mizan. Terimakasih saya ucapkan, dan saya akui kematangan dan kesuksesan Mizan di tahun ke 30 ini sudah sangat maksimal. Saya doakan semoga terus melaju menuju gerbang kesuksesan serta tidak henti mendidik bangsa dengan goresan tinta dan semangat menjaga intelektualitas setiap insan di Indonesia bahkan di seluruh dunia.
Happy 30th Anniversary for Mizan. ^_^
Alhamdulillah,
Wassalamu'alaikum wr. Wb.
Warm Regards,
| Lena Sa'yati |
Let's Gardening!
Hari apa ini? Hari Jum’at. Itu
berarti? Hari yang istimewa buat kami para santri di Pesantren Condong. It’s
Hollidayyyyyyyy, Alhamdulillah. Kali ini kita punya agenda yang mulia, eeaa.
Apa itu? Yups, hari ini kita akan berkebun!
Ada apa dengan berkebun?
Sebenarnya alasan kami memilih kegiatan ini pertama, tentu karena ibadah.
Kedua, karena kelas 3 SMP sebentar lagi mau UN. Nah lho apa hubungannya? Ya,
biar mereka nggak setres-setres amat, jadi ada yang bikin mereka have fun dan nggak
boring gitu lho. Terus yang ketiga, berhubung harga bumbu-bumbu dapur
mahhhaaal, jadi kita coba berinisiatif untuk menanggulangi hal tersebut.
Keempat, pengen ngerasain aja sih gimana rasanya jadi “PETANI” (dan ternyata,
ya Allah it’s so difficult, we have to do hard and harder!). Kelima, pengen
nyiptain waktu bersama antara Wali Kelas dan Murid, kan seru.
Terbukti dari awalnya banyak yang
mau memanfaatkan hari libur buat pulang, tiba-tiba pas saya dan ke-3 wali kelas
yang lain ngumpulin mereka buat kegiatan ini, mereka pada nggak jadi pulang kecuali
yang bener-bener urgent. Akhirnya, kita mulai bagi tugas dari mulai pembagian kelompok
yang kebagian membabat rumput, membuat pagar, membuat gadengan, mengurusi benih
dll. Jam 09.30 kita mulai start kerja. Biar kerja makin asik, saya siapkan
Laptop dan Sound untuk Live Music (Musik Islami pastinya), Kamera (buat
foto-foto), handycame (buat kenang-kenangan mereka nanti). Oh iya, ada juga
bagian konsumsi yang bertugas nyiapin cemilan dan minum buat para pekerja.
Alhasil, kelihatan banget mereka kerja cerdas dan cepat. Jam 12.00 semuanya
selesai. Wow, subhanallah sekali kan wanita yang masih kecil-kecil gitu bisa
ngerjain pekerjaan abang-abang becak, eh, tukang kuli bangunan maksudnya. I’m
proud of you girls.
Ada beberapa momen yang sempet
kami abadikan ketika berkebun tadi. Bisa lihat-lihat.
| initially like this |
| and than like this |
| Nisa cleared weeds |
| Eva cut bamboo |
| Gita made a fence |
| Ami hoe (one) |
| Ami hoe (two) |
| Ami hoe (three) |
| Here our Garden has become! :) |
| Horeee, Alhamdulillah :) |
Alhamdulillah berakhir dengan bahagia juga, dan akhirnya kita shalat dzuhur dan kembali ke aktifitas masing-masing. Thanks for today my girls. Love you all :)
Warm Regards,
| Lena Sa'yati |
Pictures from My House Balcony
In my spare time, I sometimes found time to shoot something with my favorite camera, the Nikon D3100. And if you believe, all the results of this picture I took from the balcony of the house. Here it is!
| I love today's sky :) |
| Chick |
| Grandpa and Grandchildren |
| Green and Blue, such a nice combination |
| cat |
| swan are swiming |
| Dragonfly |
| Panorama |
I don't know is it nice or not in your eyes, but I saw something that I called it "a wonderful creation", and all praise be to Allah, so let's say SUBHANALLAH! :)
Warm Regards,
| Lena Sa'yati |
Langganan:
Komentar
(
Atom
)




